CERITA KAMI

Memaknai Kembali Hakikat Pendidikan

17-10-2018 10:27

Salah satu penyempitan makna pendidikan menganggap hanya dilakukan guru dan dilangsungkan di sekolah. Hingga beberapa puluh tahun, masyarakat Indonesia belajar menerima bahwa anaknya harus masuk sekolah jika ingin dikatakan terdidik. Tidak jarang, orang mengatakan bahwa guru adalah tokoh pendidikan paling penting.

Padahal harus dicermati bahwa tindakan mendidik itu dilakukan bisa oleh orang tua atau guru. Sesungguhnya setiap bangsa, lepas dari ada atau tidaknya guru yang kompeten atau tidak, senantiasa melakukan kegiatan mendidik (hal 13). Inilah yang ditekankan buku. Menjadi bapak dan ibu juga merangkum panggilan untuk mendidik generasi baru pada langkah perdana. Mengajari anak mengucapkan “terima kasih” setiap diberi makanan dan minuman juga merupakan pendidikan dalam arti luas.

Ki Hadjar Dewantara mengatakan setiap orang adalah guru dan setiap tempat adalah sekolah. Jadi, mendidik bukan hanya tugas guru. Pendidikan bukan hanya di sekolah. Semua pihak bertanggung jawab atas pendidikan, terutama orang tua. Justru, orang tua adalah pendidik utama. Tidak lantas orang tua bebas atas tanggung jawab ketika “menitipkan” anak di sekolah.

Terima kasih kepada Koran Jakarta dan Supadilah, Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Indraprasta PGRI Jakarta atas pemuatan resensi Memaknai Kembali Hakikat Pendidikan dari buku Belajar Mendidik, dimuat Selasa, 16 Oktober 2018.