CERITA KAMI

Trio Melodi Pancasila: Bapak Danan, Rama Edi, dan Pujiono

31-10-2018 11:02

Pancasila dasar negara kita dengan UUD tahun 45-nya. Jangan sampai kita diadu domba oleh bangsa lainnya. Indonesia negara kita tercinta, kita semua wajib menjaganya. Jangan sampai kita terpecah belah oleh pihak lainnya….

Penggalan syair lagu “Manisnya Negriku” karya masterpiece maestro jalanan di bilangan Cilacap, Pujiono, menjadi pembuka acara bedah buku “Mengamalkan Pancasila dalam Terang Iman Katolik” di Convention Center LKD, Kupang Timur, Surabaya.

Acara ini merupakan bagian dari pertemuan Komisi Kerasulan Umum Keuskupan Surabaya dan dihadiri oleh utusan dari setiap paroki di Keuskupan Surabaya. Jumlah peserta mencapai angka 190-an. Dalam bedah buku ini, Bapak Petrus Danan Widharsana hadir sebagai narasumber sekaligus penulis buku tersebut. Di sampingnya, Romo Petrus Canisius Edi Laksita turut andil sebagai key speaker. Penerbit PT Kanisius melalui Kantor Pemasaran Surabaya berperan serta untuk mendukung dan memoderatori acara bedah buku tersebut.

Acara berlangsung penuh antusiasme dari pukul 17.00-21.30. Bapak Danan menyampaikan, “Pancasila ini adalah bagian dari iman kekatolikan kita, maka melaksanakan dan mengamalkan Pancasila bukanlah hal yang bertentangan dengan iman, justru semakin merealisasikan iman tersebut. Maka, iman Katolik sangat mendukung Pancasila sebagai dasar negara kita, karena di dalamnya iman semakin bertumbuh kembang.”

Romo Edi turut menuturkan “Agar nilai pancasila ini semakin nyata, setiap dari umat Katolik diajak untuk menjadi pelopor dalam membentangkan bentara kasih melalui tindakan nyata dalam lingkungan sosial secara riil. Kehadiran untuk mau berdialog tanpa mendominasi adalah kuncinya, sebagaimana kita didorong untuk menjadi garam dan terang. Garam itu tidak dominan, kalau seluruh masakan diberi garam, mau jadi apa masakan itu? Ia harus bersinergi dengan bumbu lainnya agar menjadi pas.”

Akhirnya, Pancasila adalah kita dan kita pun harus berani menjadi pelopor bentara kasih Allah dalam hidup di Indonesia yang sangat beragam. Kalau Pujiono mewujudkan Pancasila melalui lagunya, kini kita sebagai umat Katolik patut bertanya pada diri sendiri, “Dengan cara apa iman Katolik kita mengamalwujudkan Pancasila dalam hidup sehari-hari?”•

 

*Tano dan Rosa – Redaksi Gerejawi