CERITA KAMI

Hari Pahlawan dan Spirit Gotong Royong

15-11-2018 14:48

Menguatnya fenomena pertikaian dan saling hujat (hate speech) beberapa waktu belakangan, terutama yang terlihat di media sosial, menandakan ada sesuatu yang hilang di tengah masyarakat kita. Semangat persaudaraan, kebersamaan, dan perasaan saling menghargai yang selama ini hidup dan mengakar kuat di masyarkat Nusantara seakan mulai terkikis. Sentimen promordial menguat, segala jenis perbedaan terus diruncingkan lewat provokasi dan hoax yang menyebar di era informasi digital, sehingga ikatan kebangsaan memudar.

Persaingan politik di tingkat elite kerap memantik konflik dan menyambar berbagai sendi kehidupan, dari sosial, ekonomi, hingga agama. Egosentrisme dan sektarianisme pun menguat, orang menjadi saling benci dan gampang saling mencaci. Rasa saling menghargai dan menghormati seakan menjadi langka untuk ditemui.

Melihat kondisi demikian, sudah semestinya kita berefleksi bersama. Peringatan Hari Pahlawan Nasional mestinya bisa kita jadikan sebagai momentum untuk meresapi spirit kepahlawanan yang dulu dikobarkan para pejuang bangsa. Di tengah maraknya keegoisan, sentimen, dan kebencian dewasa ini, semangat kepahlawanan yang rela mengorbankan kepentingan pribadi dan lebih mengedepankan kepentingan bersama menjadi nilai positif yang sangat relevan untuk diteladani saat ini.

Terima kasih kepada Radar Mojokerto dan Saudara Al-Mahfud atas pemuatan resensi Hari Pahlawan dan Spirit Gotong Royong dari Buku Alangkah Hebatnya Negara Gotong Royong dimuat, Minggu, 11 November 2018