CERITA KAMI

Bedah Buku Psikologi Perkawinan dan Keluarga

21-11-2018 10:53

Berawal dari keprihatinan masih tingginya angka pernikahan dini dan hamil di luar nikah, khususnya di Desa Sidoluhur Godean, pemerintah desa setempat bekerja sama dengan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY mengadakan kegiatan Bedah Buku “Psikologi Perkawinan dan Keluarga, Penguatan Keluarga di Era Digital Berbasis Kearifan Lokal” (Penerbit Kanisius, 2016) pada tanggal 8 November 2018 di Balai Desa Sidoluhur. Hadir beberapa narasumber yang berbicara tentang pengembangan ketahanan keluarga, salah satunya melalui budaya baca, khususnya buku-buku yang mendukung persiapan perkawinan dan pembinaan rumah tangga yang sehat dan harmonis.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian sambutan dari Bapak Anggoro Aji Sunaryono, SIP selaku Camat Kecamatan Godean, dilanjutkan Ibu Dewi Ambarwati selaku Kasub Bidang Pembinaan dan Pemberdayaan BPAD DIY. Keduanya menekankan pentingnya minat baca masyarakat. Masyarakat dapat belajar melalui contoh-contoh yang ada di dalam buku. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Komisi D DPRD DIY.

Bedah buku yang dihadiri sebagian besar oleh ibu-ibu ini dipandu moderator, Bapak Fajar Nugroho, Sekretaris Desa Sidoluhur. Pemaparan pertama dari Bapak H. Kuswanto, SIP selaku Ketua Komisi D DPRD DIY yang menyampaikan bahwa kegiatan ini bisa diadakan di desa-desa lain sebagai program berkelanjutan pada 2019. Diharapkan ibu dapat memberi contoh-contoh yang baik kepada anak-anaknya. Saat-saat berkumpul bersama keluarga, misalnya saat makan bersama, dapat menjadi momen tepat untuk mengenalkan dan menanamkan nilai-nilai keutamaan pada anak, antara lain melalui budaya lokal. Pemaparan kedua disampaikan Ibu Rosalia Emmy Lestari, MA dari PT Kanisius.

Selain memaparkan isi buku yang banyak mengulas tahap perkembangan keluarga, juga dikupas pola pendampingan anak di era digital, antara lain dengan contoh-contoh kearifan lokal yang sudah diketahui dengan baik oleh orang tua.  Pemaparan ketiga dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sleman, yaitu Ibu Sri Lestari, SIP. Pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga dapat dilakukan melalui pelaksanaan fungsi keluarga secara optimal, sesuai UU RI No. 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Kemudian Ibu Sri juga menyampaikan 8 fungsi keluarga, yaitu dari sisi agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, serta sisi lingkungan. Pemaparan terakhir dari Rifka Annisa Women Crisis Center, Bapak Triantono, SH, MH. Beliau menyampaikan adanya risiko rumah dan sekolah menjadi tempat yang justru tidak aman bagi anak karena adanya kekerasan yang dilakukan, baik di rumah ataupun sekolah. Maka lembaga pemerintah, baik pemerintah desa maupun kota, seharusnya bersinergi dengan lembaga pendidikan untuk bersama-sama meningkatkan kemampuan dan peran orang tua serta sekolah dalam memberikan pendidikan nilai dan keterampilan hidup agar anak-anak mendapat bekal lebih cukup untuk menata masa depan dan membina keluarganya kelak.

*Ayun-Pemasaran Pendidikan-Umum