DARI MEDIA

Pendidikan yang Menghargai Kemanusiaan Universal

26-09-2018 10:56
Membangun karakter dan watak bangsa melalui ranah pendidikan penting dan perlu dilakukan secara kontinu. Sebab pendidikan merupakan tumpuan awal bagi segenap hasrat guna terciptanya kehidupan yang bermartabat di masa mendatang. Tetapi, dari analisa Doni Koesoema dan didukung oleh data yang dihimpun, ada tiga kultur destruksifdi lingkup pendidikan kita yang perlu segera dibenahi. Di antaranya; ketidakjujuran, ketidakpercayaan, dan kekerasan.
 
Ketidakjujuran menjadi akar persoalan kehidupan berbangsa yang berdampak pada ketidakadilan dan pemangkasan hak-hak warga negara yang membutuhkan. Ketidakpercayaan berimbas pada individu di dalam proses pendidikan sehingga melunturkan rasa bangga dan percaya diri. Dan, kekerasan mengindikasikan betapa lingkup pendidikan belum secara sadar menghayati arti pentingnya menghargai martabat kemanusiaan (hlm 64).


Dalam konteks itulah, ada dua hal yang perlu lakukan, yaitu mendesain kembali dan mendesain hal barudalam ekosistem moral pendidikan. Mendesain kembali membutuhkan kemampuan evaluasi, refleksi, dan sikap kritis. Sedangkan mendesain hal baru memerlukan imajinasi, kreativitas dan kesediaan untuk berfikir berbeda dari apa yang selama ini telah dikerjakan. Dua hal itusemestinya dilakukan secara simultan dan bersama-sama (hlm 80).


Terima kasih kepada Koran Jakarta dan Ibu Ratna Saidah, Dosen IAIN Kediri atas pemuatan resensi Pendidikan yang Menghargai Kemanusiaan Universal dari Buku Pendidikan Karakter Berbasis Kultur Sekolah, dimuat Rabu, 19 September 2018.