DARI MEDIA

Pedoman untuk Belajar Berpikir Kritis

21-11-2018 12:55

Salah satu kecakapan mendasar yang penting dimiliki setiap individu di era sekarang adalah berpikir kritis. Sebab, kita sekarang hidup di era digital di mana informasi dan komunikasi berkembang sangat pesat. Di era media digital sekarang, informasi diproduksi dengan sangat cepat dan menyebar dengan lebih cepat lagi. Tak jarang, muncul berbagai informasi menyesatkan dan kabar provokatif yang memancing pertikaian di dunia maya. Warganet bisa dengan mudah saling menyerang dan mencaci satu sama lain hanya karena saling berkomentar tentang sebuah isu yang belum jelas kebenarannya.
.
Di saat bersamaan, kepopuleran media sosial turut membuat perdebatan di dunia maya semakin pelik. Melalui media sosial, orang bisa dengan mudah mengungkapkan pendapat, perasaan, pemikiran, bahkan keberpihakan terhadap orang atau pihak tertentu, sehingga gampang memantik reaksi dari orang lain. Di sinilah, penyebaran berita-berita bohong (hoax), provokatif yang ditambah intensitas orang beraktivitas di media sosial, seringkali menciptakan kegaduhan tak henti di dunia maya. Yang lebih memprihatinkan, jika kegaduhan tersebut merembet dan meluas hingga memicu aksi-aksi dan keributan di dunia nyata.
.
Melihat kondisi tersebut, kita sadar pentingnya setiap orang memiliki kecakapan berpikir kritis. Sebab berpikir kritis membuat orang mampu mengkonsumsi informasi yang menyebar cepat di era digital dengan lebih cermat, teliti, jernih, dan bijak, sehingga tidak gampang terprovokasi dengan berbagai isu atau kabar yang dihembuskan di media sosial. Jika memiliki pemikiran kritis, orang pun dengan sendirinya tak akan mudah terjerumus dalam perdebatan dan pertikaian yang kerap muncul di media sosial. Namun, bagaimana cara membangun pemikiran kritis?
.
Terima kasih kepada Jawa Pos Radar Madura dan Saudara Al-Mahfud atas pemuatan resensi berjudul Pedoman untuk Belajar Berpikir Kritis dari Buku Berpikir Kritis; Kecakapan Hidup di Era Digital dimuat Kamis, 15 November 2018.