DARI MEDIA

Strategi Mencintai Literasi Sejak Dini

10-01-2019 09:38

Buku ini mengoreksi definisi literasi konvensional yang hanya mengaitkannya pada kompetensi decoding, melafalkan dan memahami bacaan, mengeja, dan menulis. Keterpakuan pada definisi tersebut membuat banyak orangtua mengira bahwa literasi dimulai sejak PAUD dan TK. Mereka juga menganggap bahwa daya baca sejalan dengan minat baca. Padahal anak yang bisa membaca belum tentu suka membaca. Membangun kemampuan literasi harus seirama dengan kecintaan kepadanya. Itu sangat efektif jika dimulai sejak dini.

Anak yang baru lahir menyimpan potensi 100 miliar neuron dalam otaknya. Dengan beragam sentuhan infromasi yang diterima, nouron itu akan menjalin satu sama lain dan membentuk synapse. Jumlah synapse inilah yang menentukan kualitas otak. Cara paling efektif mengenalkan literasi di usia tersebut adalah dengan komunikasi verbal. Menurut penelitian, orangtua hendaknya mengucapkan kata dengan nada naik turun guna menarik perhatian anak dan menginformasikan kata-kata tertentu yang dimaksud oleh anak dengan cara mengulangnya (hlm 14).

Terima kasih kepada Koran Radar Madura dan Saudara Habibullah atas pemuatan resensi berjudul Strategi Mencintai Literasi Sejak Dini dari buku Saatnya bercerita: Mengenalkan Literasi Sejak Dini dimuat, Sabtu, 22 Desember 2018.