DARI MEDIA

Menumbuhkan Keprihatinan Sosial di Lingkup Sekolah

04-06-2018 09:30

Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 2 Mei, Hari Pendidikan Nasional baru saja kita peringati bersama-sama. Tiap tahun seremoni itu digelar, tetapi tiap tahun pula tindak kekerasan di ranah pendidikan sepertinya tak kunjung reda. Masih lekat dalam ingatan kita, tragedi guru Budi di Sampang Madura. Ia dipukul muridnya hingga meregang nyawa. Deretan kasus lain juga masih mencoreng sektor pendidikan, umpamanya; tawuran pelajar, pelecehan seksual, katrol nilai, korupsi dana BOS, dll.
.
Dalam pandangan penulis buku ini, Doni Koesoema A, persoalan paling krusial melingkupi pendidikan di Indonesia adalah permasalahan moral. Karenanya, pengembangan budaya sekolah yang menghargai nilai-nilai moral semestinya menjadi semangat utama setiap lembaga pendidikan. Hal itu sangat urgen dan berpengaruh besar pada keseluruhan kegiatan belajar mengajar (hlm 8).
.
Doni menegaskan bahwakultur sekolah merupakan metode paling jitugunamenciptakan ekosistem pendidikan yang ramah secara utuh dan menyeluruh. Ekosistem meliputi seluruh anggota komunitas sekolah, mulai dari siswa, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, dan karyawan. Misi utamanya adalah menumbuhkan integritas moral masing-masing individu yang bertanggung jawab dan memiliki integritas moral dalam tiap kinerjanya, melalui komitmen, partisipasi, kreativitas dan keteladanan (hlm 65).
.
Terima kasih kepada Kabar Madura dan Ahmad Jauhari atas pemuatan resensi Menumbuhkan Keprihatinan Sosial di Lingkup Sekolah dari Buku Pendidikan Karakter Berbasis Kultur Sekolah dimuat Kamis, 31 Mei 2018