DARI MEDIA

Menjadi Guru Kreatif; Praktik-praktik Pembelajaran di Sekolah Insklusif

11-07-2018 12:54

Peran sosial berupa gerakan solidaritas antarsesama memang sepantasnya selalu muncul dari ruang pembelajaran. Lembaga pendidikan, selama ini dipandang sebagai tempat paling nyaman dalam mengkampanyekan ajaran-ajaran kedamaian untuk sesama. Buku ini menyegarkan harapan kita semua dalam membangun kedamaian dalam berbagai dimensinya. Praktik-praktik pembelajaran yang menekankan kerja nyata Pendidik-Anak didik dalam sebuah proses pembelajaran meneguhkan keyakinan tentang konsepsi kemajemukan dalam kebhinnekaan. Harmonisasi antarsesama, dalam berbagai bentuknya menjadi harga mati yang tak ada tawarannya. Peran aktif lembaga pendidik dalam semua kegiatannya hendaknya bisa bergerak seiring konteks zaman. Sehingga, pembelajaran bisa beriring dengan kehidupan manusia pada zamannya (hlm. 15).

Terima kasih kepada  Koran Jakarta dan Saudara Zaitur Rahem Dosen Instika Guluk-Guluk Sumenep Madura atas pemuatan resensi Menjadi Guru Kreatif; Praktik-praktik Pembelajaran di Sekolah Insklusif dari Buku Menjadi Guru Kreatif, dimuat Sabtu 7 Juli 2018.